dr. Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, Dip. Maternal Fetal Medicine, FICS, Int. AFF. RANZCOG
Mayapada Hospital Tangerang dan USG 4D Tangerang (Private Practice)
Diperbarui 4 Oktober 2026
Dokter kandungan menentukan persalinan normal atau SC (operasi caesar) berdasarkan kondisi ibu dan janin: posisi janin, letak plasenta, ukuran janin dibanding jalan lahir, riwayat operasi rahim sebelumnya, penyakit yang dimiliki ibu, dan bagaimana proses persalinan berjalan. Sebagian keputusan sudah bisa dibuat sejak kehamilan, sebagian baru diambil saat persalinan berlangsung.
Pertanyaan “Dok, saya bisa normal?” hampir selalu muncul di trimester ketiga. Jawaban jujurnya sering kali “kemungkinan besar bisa, tapi kita lihat perkembangannya”. Tulisan ini menjelaskan apa saja yang sedang “kita lihat” itu.
SC terencana: diputuskan sebelum persalinan
Ada kondisi yang membuat SC lebih aman sejak awal, sehingga operasinya dijadwalkan. Contohnya:
- Plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa)
- Janin sungsang atau melintang yang tidak berubah posisi menjelang persalinan
- Pernah operasi rahim dengan sayatan memanjang ke atas (sayatan klasik), atau pernah robekan rahim
- Pernah SC dua kali atau lebih, tergantung kondisi dan keinginan ibu
- Hamil kembar dengan posisi janin pertama tidak menghadap ke bawah
- Infeksi tertentu pada ibu yang bisa menular saat persalinan normal
SC darurat: diputuskan saat persalinan
Banyak ibu yang direncanakan normal tetap berakhir dengan SC karena sesuatu terjadi di tengah jalan. Misalnya:
- Detak jantung janin menunjukkan tanda janin kekurangan oksigen
- Persalinan tidak maju meskipun kontraksi sudah adekuat
- Tali pusat keluar lebih dulu dari bayi
- Perdarahan banyak sebelum bayi lahir
Keputusan seperti ini harus cepat. Karena itu penting membicarakan kemungkinannya sejak kontrol, supaya Bunda dan suami tidak mendengarnya untuk pertama kali di ruang bersalin.
Peran USG dalam keputusan ini
USG di trimester ketiga menjawab beberapa pertanyaan kunci: apakah kepala janin sudah di bawah, di mana letak plasenta, berapa taksiran berat janin, dan apakah air ketuban cukup. Taksiran berat dari USG punya rentang kesalahan, jadi angka ini dipakai sebagai salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya penentu.
Bisakah normal setelah SC?
Bisa, pada sebagian ibu. Upaya persalinan normal setelah SC disebut TOLAC, dan bila berhasil disebut VBAC. Menurut ACOG, sekitar 60–80% ibu yang mencobanya berhasil melahirkan normal.
Calon yang paling sesuai biasanya ibu dengan satu kali SC sebelumnya dengan sayatan melintang di rahim bagian bawah, tanpa plasenta previa, dan bersalin di rumah sakit yang siap melakukan operasi darurat kapan saja. Risiko utamanya adalah robekan pada bekas luka rahim. Risikonya kecil, tapi serius. Karena itu keputusan ini dibuat bersama, setelah membaca catatan operasi sebelumnya.
SC atas permintaan sendiri
Sebagian ibu meminta SC tanpa alasan medis, misalnya karena takut nyeri. Ini perlu dibicarakan terbuka. SC adalah operasi besar dengan waktu pemulihan lebih lama, dan setiap SC membuat kehamilan berikutnya sedikit lebih kompleks. Rasa takut nyeri bisa dibantu dengan pilihan lain, seperti anestesi epidural. WHO juga mengingatkan bahwa SC sebaiknya dilakukan ketika ada indikasi medis.
Pertanyaan untuk dokter Anda di trimester ketiga
- Dari kondisi saya sekarang, apa yang membuat saya cocok atau tidak cocok untuk persalinan normal?
- Bila nanti harus SC, kemungkinan besar karena alasan apa?
- Rumah sakit tempat saya bersalin siap operasi 24 jam?
- Pilihan pereda nyeri apa yang tersedia?
- Bila saya pernah SC, bolehkah saya mencoba normal?
Bersalin di Tangerang
Saya menolong persalinan normal dan SC di Mayapada Hospital Tangerang. Rencana persalinan biasanya mulai dibicarakan sejak usia 32–36 minggu. Jadwal konsultasi ada di jadwal praktik.
Sumber
- ACOG Practice Bulletin No. 184: Vaginal Birth After Cesarean Delivery, 2017
- WHO Statement on Caesarean Section Rates, 2015
Artikel ini adalah edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila Anda mengalami perdarahan, nyeri perut hebat, keluar air ketuban, atau gerakan janin berkurang, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
